Apa yang Harus Dilakukan Wanita Memasuki Masa Menopause?

Menopause, satu kata yang menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar kaum wanita. Ada sebuah ketakutan menghadapi masa ini. Apa sebenarnya menopause itu? apa yang harus dilakukan oleh kita agar melewati masa ini dengan bahagia?

Memasuki usia dewasa madya (paruh baya), yaitu sekitar 40 tahun – 60 tahun, kita akan dihadapkan pada periode klimakterium. Yaitu terjadinya penurunan fungsi reproduksi pada pria maupun wanita. Klimakterium adalah masa yang bermula dari akhir masa reproduksi sampai awal masa senium dan terjadi pada wanita berumur 40-65 tahun. Pada pria klimakterium umumnya mulai terjadi pada usia 50-55 tahun.

Klimakterium pada wanita

Masa-masa klimakterium :

Pra menopause adalah kurun waktu 4-5 tahun sebelum menopause.Menopause adalah berhentinya haid seorang wanita.Pasca menopause adalah kurun waktu 3-5 tahun setelah menopause.

Dengan demikian klimakterium tidak sama pengertiannya dengan menopause. Klimakterium gejalanya sudah muncul sebelum menopause. Datangnya periode klimakterium ditandai dengan :

1.     Menstruasi menjadi tidak lancar atau tidak teratur, datang dalam interval waktu.

2. Haid yang keluar banyak sekali, atau malah sedikit sekali.

3. Muncul gangguan vasotoris berupa penyempitan atau pelebaran pembuluh darah.

4. Merasa pusing-pusing, sakit kepala terus menerus.

5. Berkeringat terus-terusan.

6. Neuralgia atau nyeri syaraf terus-terusan.

Setiap orang berbeda waktunya mengalami periode klimakterium, ada yang lebih cepat ada juga yang lambat. Hal ini dipengaruhi oleh gaya hidup, asupan nutrisi, dan kebiasaan berolah raga. Umumnya sudah terjadi ketika menginjak usia 40 tahun. Sebelum terjadi periode klimakterium, akan melewati masa pra-klimakteris. Pada masa pra-klimakteris terjadi perubahan hormon sedikit demi sedikit. Ciri-ciri orang yang mengalami pra-klimakteris adalah bertambahnya gairah seksual, juga semangat hidup, mirip dengan masa pubertas. 

Secara psikologis, timbul dorongan untuk menutupi masa penuaannya, misalnya dengan memakai model baju remaja, atau memakai aksesoris yang berlebih. Beberapa tahun kemudian tibalah masa menopause, ditandai dengan berhentinya haid. Menopause secara alamiah terjadi karena menurunnya sekresi hormon kewanitaan, terutama hormon estrogen. Penurunan ini atrofi (pengisutan) dan pengeringan mukosa vagina, sehingga sering terjadi vaginitis (radang vagina), pruritus (gatal-gatal), dispareuni (nyeri waktu hubungan seksual), dan stenosis.

Umumnya akan terjadi gangguan psikologis pada kaum wanita dalam menghadapi masa klimakterium, apalagi sudah menginjak tahap menopause, yaitu:

1.      Takut kehilangan fungsi dan ekssistensi sebagai wanita.

2.       Kehilangan gairah dan menurunnya fungsi seksual.

3.       Khawatir tidak bisa memuaskan atau melayani suami.

4.       Timbul rasa cemas kehilangan kasih sayang atau suami mencari wanita lain.

5.       Kehilangan kepercayaan diri dan rendah diri.

6.      Muncul ketakutan tidak bisa tampil baik mendampingi suami yang meningkat kariernya.

7.      Minder ketemu orang, cenderung ingin dirumah saja.

8.      Ingin mengingkari dan memprotes proses biologis yang mengarah pada ketuaan.

9.       Terlampau mendramatisir proses ketuaan.

10.   Merasa hidupnya kini tak mengandung harapan dan dilupakan orang.

11.   Merasa sudah diambang kematian sehingga kehilangan gairah hidup.

12.  Mencari perhatian dari orang-orang sekitarnya.

Gangguan psikologis ini diiringi dengan munculnya sifat anti sosial, sehingga menimbulkan konflik dengan orang-orang di sekitarnya. Misalnya, menjadi lebih cerewet, mudah tersinggung, pemarah, dendam, dan ingin dijadikan fokus perhatian.

Untuk mengurangi dampak negatif dari periode klimakterium, bisa melakukan beberapa hal, yaitu :

·         Menerima dengan ikhlas terjadinya proses penuaan dalam diri kita, sebagai proses alamiah yang akan dialami oleh semua orang.

·         Lebih mendekatkan diri kepada Allah, dengan memperbanyak ibadah. Salah satunya  menghafalkan Al Quran, interaksi yang baik dengan al Quran membuat hati menjadi lebih tenang.

·         Lakukan dialog dengan suami tentang terjadinya klimakterium, cari solusi bersama agar kehidupan tetap berjalan baik.

·         Berusaha agar hubungan suami-istri tetap berjalan dengan harmonis.

·         Senantiasa berpikir positif dan menjauhkan diri dari prasangka buruk pada orang lain.

·         Nikmati kondisi kehidupan yang ada dengan mensyukuri nikmat yang sudah Allah SWT. anugerahkan.

·         Menyalurkan konflik intrapsikis dalam berbagai kegiatan sosial dan intelektual, aktif dalam organisasi sosial, kegiatan keagamaan.

·         Kembali menekuni hobi, yang mungkin sudah lama ditinggalkan karena sibuk merawat anak. Sekarang banyak waktu luang, manfaatkan dengan menekuni hoby yang membuat kita senang dan bahagia.

·         Tetap menjaga perawatan diri, walaupun sudah tua tetap cantik dan menarik dipandang suami.

·         Mencari kesibukan yang bermanfaat untuk diri sendiri juga untuk orang lain, misalnya menjadi relawan Posyandu, Panti asuhan, Rumah singgah.