Belajar Menulis Buku

Saya hobi menulis sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Saya sering menulis cerpen dan puisi di lembar buku tulis terakhir atau di buku yang sudah tidak dipakai. Ketika kelas 1 SMP ada lomba baca puisi di sekolah. Saya nekad menulis puisi untuk dibacakan pas lomba, karena bingung tidak punya buku puisi. Eh ternyata meraih juara kedua. Sampai di situ karier menulis berhenti :P. Baru ketika kuliah saya mulai menulis cerpen, tapi sayang tidak pernah selesai (garuk-garuk).

Tahun 2003 saya memberanikan diri mengirim artikel ke majalah ibu kota. Diluar dugaan ternyata dimuat. Ketagihan dong, akhirnya saya kirim lagi dan dimuat lagi. Pertengahan 2014 kami hijrah ke Malaysia, menulis pun berhenti. Baru kemudian tahun 2009 mulai menulis dan dikirim ke media online, beberapa tulisan alhamdulillah dimuat.

Akhir 2010 saya membuat akun FB.  Wuaah mupeng banget lihat karya-karya penulis tanah air terutama buku anak. Semangat menulis kembali berkobar. Saya berusaha untuk belajar sendiri. Selain masuk beberapa komunitas penulis, saya juga ngeadd penulis-penulis. Setiap buka FB kerjaan saya adalah ngintip status dan foto karya penulis-penulis itu. Sepertinya yang saya lakukan adalah kekonyolan. Tahukan anda? justru dengan cara itu saya mendapatkan tips menulis, inspirasi menulis, bahkan ide menulis.

Awal 2011 saya memburu ajang audisi antologi, beberapa lolos. Ketika sedang asyik memburu antologi, seorang penulis senior mengingatkan agar kita tidak hanya puas menjadi penulis antologi, tapi harus punya keinginan untuk membuat buku solo. Nasihat itu ibarat cambuk bagi. Maka saya pun berusaha untuk menulis buku solo. Beruntung sekali tanpa menunggu waktu lama naskah buku yang saya tulis disunting penerbit.

Setelah buku solo pertama diacc penerbit, rasa percaya diri saya bertambah. Kemudian saya menulis buku anak dan langsung ditawarkan ke penerbit. Beberapa bulan kemudian baru mendapat jawaban penerbit, alhamdulillah diacc. Girangnya minta ampun, akhirnya bisa menerbitkan buku anak. Diluar dugaan juga, buku tersebut best seller.

Kemudian lahir buku-buku solo selanjutnya. Sungguh perjalanan yang luar biasa bagi saya dapat menerbitkan buku solo. Satu keyakinan saya bahwa selama kita keras berusaha maka tidak ada yang tidak mungkin.

Pelajaran yang saya dapatkan dari proses ini adalah menerbitkan buku itu tidaklah mudah. Meenembus penerbit bukanlah perkara gampang. Saya pun sering mengalami penolakan. Kuncinya adalah jangan mudah menyerah, coba lagi dan terus menulis.