Menanam Kembang Kol Ala Hidroponik

Saya beranggapan kalau mau menanam sayuran haruslah punya lahan yang luas. Asumsi itu terpatahkan ketika bertemu seorang teman yang menanam kembang kol dan brokoli di dalam polybag. Saya pun bersemangat untuk mengikuti jejaknya. Namun saya menemui kendala. Saya tidak memiliki tanah kosong, otomatis harus beli tanah untuk mengisi polybag. Bisa sih beli tanah ke tukang bunga, tapi ngangkutnya itu bo. Berat euy.

Akhirnya saya mencari tahu tentang kembang kol hidroponik. Gayung bersambut. Teman di group hidroponik memposting kembang kol dengan sistem hidroponik. Waw, ternyata tanpa perlu tanah, bisa menanam kembang kol. Kemudian saya langsung eksekusi. 

# Pertama, saya membeli benih, kemudian disemai. setelah keluar daun sejati, tanaman siap dipindah.

# Kedua, menyiapkan media. Saya bermaksud menggunakan sistem fertigasi autopot sederhana. Saya membeli talang air berbentuk kotak. Kemudian dibagi 3.

Kemudian disiapkan polybag ukuran 18 dan sekam bakar sebagai media tanam. Setelah polybag diisi sekam bakar (dipadatkan) tanaman pun dipindah. Kemudian polybag yang sudah berisi tanaman diletakkan ke dalam talang air.

# Ketiga, perawatan. Rutin diberi nutrisi sayur daun, caranya dengan mengisi talang air, sampai semua polybag terendam merata. Saya letakan botol berisi nutrisi di dalam talang. Dengan cara seperti ini, tanaman tidak perlu disiram tiap hari. Selama airnya masih merendam tidak perlu disiram lagi.

# Keempat, menginjak usia 3 minggu setelah tanam (HST) tanaman diberi nutrisi sayuran buah.

# Kelima, minggu keempat sudah muncul bunga kol imut. Tunggu sampai besar dan siap panen :).