Negri Hitam yang Kaya

Sekilas Tentang Gabon

Gabon merupakan salah satu negri yang berhasil memanfaatkan sumber daya alamnya yang berlimpah dan mengantarkan rakyat pada kesejahteraan yang merata. Bahkan negri orang hitam ini bertengger di papan atas sebagai negara terkaya di Afrika Barat. Negri ini memiliki hasil tambang berupa minyak, gas alam, emas, berlian, uranium, mangan, timah, batu bara dan niobium. Sedangkan hasil pertanian dan perkebunannya meliputi coklat, kopi, gula, sawit, karet, kayu dan ikan.

Republik Gabon beribukota di Libreville ini terletak di tepi pantai laut Atlantik Afrika Barat. Tetangga terdekatnya adalah Kamerun, Republik Congo dan Equatorial Guinea. Suku Babinga atau Pygmi merupakan penghuni pertama di tanah Gabon, diikuti oleh suku Negro Bantu. Bahasa resmi yang digunakan adalah Bahasa Perancis, selain itu digunakan juga bahasa setempat yaitu Fang, Myene, Nzebi, Bapounou dan Bandjabi.

Negri kaya ini memiliki luas wilayah 267.667 kilometer persegi, beriklim tropis. Berdasarkan sensus tahun 2008 jumlah penduduknya sekitar 1.389.201 dengan angka pertambahan penduduk sekitar 2,45 % pertahun. Mayoritas penduduknya memeluk Agama Kristen dan Katolik yaitu sekitar 75 %, 24 % animisme dan 1 % memeluk Agama Islam. Penduduk negri ini mayoritas bermata pencaharian sebagai petani yaitu sekitar 60 %, sebagian lagi bekerja di sektor Industri yaitu sekitar 25 % dan sisanya di sektor jasa.

Pada tanggal 17 Agustus 1960 Gabon berhasil meraih kemerdekaannya dari Perancis, yang menjajah Gabon sejak tahun 1888.  Dengan Presiden pertamanya Leon M’ba, yang berkuasa di Gabon sampai tahun 1967. Beliau sakit dan kemudian wafat, posisinya digantikan oleh Wakil Presidennya yang bernama Albert Bernard Bongo.

Albert Bernard Bongo berhasil memimpin Gabon dan mengantarkannya menjadi negara kaya di Afrika Barat. Bongo sangat pandai mengatur negaranya terutama dalam memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki negri ini. Bongo pun berhasil meraih simpati rakyatnya, beliau sangat dicintai warga Gabon. Buktinya Bongo terpilih menjadi presiden dalam tujuh kali pemilu dan menjadi salah satu presiden terlama di dunia yaitu selama 42 tahun.

Pada tahun 1973 Bongo mengambil keputusan penting dalam hidupnya, yaitu memilih menjadi Mualaf. Bongo begitu tertarik dengan ajaran Islam yang dianut oleh sebagian kecil rakyatnya. Salah satu penyebab ketertarikan Bongo adalah sikap dari kaum muslimin Gabon yang terkenal ramah, bersahabat dan santun. Bongo melihat Islam sebagai ajaran yang mengajarkan perdamaian dan menjungjung keadilan. Setelah melaksanakan ibadah haji maka namanya pun diganti menjadi El-Hadji omar Bongo.

Keputusan Omar Bongo untuk memeluk Islam menimbulkan reaksi keras dari rakyatnya. Mereka merasa gelisah karena presidennya memeluk Agama kaum minoritas. Sekali lagi kepemimpinan Omar Bongo diuji, beliau berhasil meyakinkan rakyatnya bahwa keputusannya tidak akan mengubah kebijakannya sebagai presiden. Goncangan pun berakhir dan Omar Bongo melanjutkan tugasnya sebagai orang pertama Gabon. Kecintaan rakyat Gabon terhadap Omar Bongo tidak luntur karena keislamannya. Hal ini dibuktikan dengan dukungan mayoritas suara pada setiap pemilu dan kembali  mengantarkan Omar Bongo sebagai Presiden. Kepemimpinan Omar Bongo berakhir pada tahun 2009 karena beliau menderita sakit jantung. Kemudian naik ke tampuk pimpinan tertinggi negri ini Ali Bongo yang merupakan putra dari Omar Bongo.

Perkembangan Islam di Gabon

Fakta berbicara bahwa Islam berhasil menyebar ke seantero bumi ini, Islam sebagai ajaran yang bersifat insaniah (manusiawi) mudah diterima oleh siapa saja. Ketika kita menjejakan kaki kita di sebuah benua maka disitu cahaya Islam pun berpendar. Islam menyebar ke seluruh bumi ini tanpa paksaan dan tekanan. Islam menawarkan perdamaian, keadilan dan menjamin hak-hak individu sebagai manusia.

Jejak sejarah merekam bahwa Islam sudah merambah benua Afrika di masa-masa awal kenabian Rosululloh. Rombongan yang dipimpin oleh Abbas bin Abdul Muthalib sudah sampai ke Habasyah (Afrika Selatan). Saat itu memang Islam tidak langsung menyebar di benua hitam itu. Baru pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, Islam mampu menginjakan kakinya di benua ini sebagai sebuah kekuatan baru. Islam datang bukan untuk menjajah, melainkan untuk membebaskan negeri Mesir dari penjajahan. Adapun Islam mulai menyebar ke Afrika Barat pada abad ke 9 Masehi. Disebarkan oleh kaum muslimin Afrika Utara. Gelombang penyebaran berikutnya terjadi pada abad ke 13 Masehi.

Kapan Islam mulai masuk ke Gabon? Tidak ada catatan sejarah yang berbicara tentang hal itu. Suku Fulani paling berjasa dalam penyebaran Islam ke Gabon, mereka menyebarkan Islam melalui jalur perdagangan. Bisa jadi rakyat Gabon mengenal Islam karena proses interaksi dengan Negara tetangganya yang sudah terlebih dahulu mengenal Islam.

Islam di Gabon merupakan agama minoritas, hanya sekitar 1 % jumlah rakyat negri ini yang memeluk Islam. Sebagai kaum minoritas mereka bisa membawa diri dalam pergaulan dengan rakyat Gabon lainnya. Mereka terkenal sebagai pribadi yang menyenangkan, ramah, santun, dan bersahabat. Sifat ini pulalah yang menyebabkan ketertarikan Omar Bongo untuk masuk Islam pada tahun 1973.

Sejak keislaman Presiden Omar Bongo memberikan angin segar bagi perkembangan Islam di negri kaya ini. Jumlah kaum muslimin di negri ini semakin bertambah pesat. Walaupun sebagai minoritas namun pemerintah Gabon sangat memperhatikan kepentingan kaum muslimin. Diantaranya diberi izin untuk mendirikan sekolah di bawah pengawasan mentri pendidikan. Yang paling hebat adalah pemerintah Gabon memberikan kemudahan untuk syiar Islam melalui tayangan program-program keagamaan di televise dan radio.

Pemerintah Gabon sangat hati-hati dalam mengatur kebijakan menyangkut urusan agama. Untuk menumbuhkan toleransi diantara pemeluk agama dan untuk menghindari peperangan antar agama, pemerintah mengadakan pertemuan periodic antara pemimpin-pemimpin agama.          

Suasana Ramadhan di Gabon

Bulan suci Ramadhan merupakan bulan tarbiyah Islamiyah yang mampu menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas keimanan setiap insane. Di bulan ini kita ditempa dengan berbagai perintah dan larangan, diharapkan bisa menjadi pribadi yang mampu mengendalikan hawa nafsunya. Ramadhan adalah bulan untuk membersihkan diri dari dosa dan khilaf, selepas Ramadhan diharapkan kita kembali fitri.

Kaum muslimin Gabon menyambut Ramadhan dengan penuh suka cita. Suasananya mungkin agak berbeda dengan negri-negri lain yang mayoritas beragama Islam. Ujian yang dirasakan oleh mereka yang berpuasa pun terasa lebih berat, karena tidak di semua tempat bernuansakan Ramadhan. Menahan lapar dan dahaga di siang hari dengan udara yang sangat panas menjadi tantangan sendiri bagi mereka yang beraktifitas di luar rumah.

Kaum muslimin Gabon biasa bersantap sahur dengan Baguette yakni roti Perancis yang berbentuk memanjang dan teksturnya keras. Selain itu ada juga yang makan sahur dengan sandwich isi keju dan ikan tuna. Ketika Adzan Magrib berkumandang mereka segera membatalkan puasa dengan makanan sunah Rosululloh yaitu kurma. Dilengkapi dengan minum susu murni.

Kaum muslimin Gabon sangat antusias untuk melaksanakan sholat tarawih di mesjid. Tidak seperti di Negara kita, di hari-hari minggu pertama saja mesjid penuh didatangi jama’ah sholat. Disini jama’ah sholat tarawih konstan jumlahnya, bahkan cenderung naik pada sepuluh hari terakhir. Mayoritas muslim disana melaksanakan itikaf di mesjid selama sepuluh hari di ujung Ramadhan menanti Lailatul Qodar. Sholat tarawih di negri ini ada sedikit perbedaan dalam jumlah raka’at. Mereka sholat tarawih dengan 13 raka’at. Beberapa mesjid besar disana mengimpor imam sholat dari Negara lain terutama dari Negara-negara Arab yang fasih bacaan Qur’annya.