Wisata Eksotik Ciwidey (Curug Citambur)

Indonesia yang dikenal sebagai jamrud khatulistiwa, memiliki panorama alam yang sangat luar biasa, hal ini diakui oleh masyarakat dunia, terbukti wisatawan mancanegara tak pernah surut untuk berkunjung ke tanah air kita. Potensi alam yang dimiliki Indonesia menjadi daya tarik tersendiri sebagai objek wisata. Salah satu daerah yang memiliki potensi wisata adalah Bandung.

Bandung dikenal sebagai kota kembang memiliki  udara yang sangat sejuk.  Nama Bandung diambil dari kata bendungan. Berdasarkan hikayat tatar sunda dulu kota Bandung berupa bendungan raksasa, namun kemudian karena peristiwa alam airnya surut dan akhirnya kering sama sekali. Tak heran jika nama-nama daerah di Bandung banyak yang diawali kata “CI”, kependekan dari kata cai yang berarti air. Misalnya, Cibeureum, Cimahi, Cimindi, Cijerah, dan lain sebagainya.

Hal menarik dari kota Bandung, posisinya yang dikelilingi oleh gunung-gunung besar yaitu gunung Tangkuban Perahu yang menjulang di sebelah utara, gunung Manglayang yang berjajar di sebelah Timur, di Barat menjulang gunung Galunggung dan di selatan ada gunung Patuha. Keberadaan gunung-gunung ini menyimpan potensi alam yang sangat luar biasa salah satunya adalah potensi wisata. Bagaimana tidak di sekitar gunung-gunung ini menghadirkan panorama alam yang menakjubkan.

Jika kita mengarahkan perjalanan wisata kita ke Bandung Selatan maka bersiaplah dengan udara yang sangat dingin. Jalan yang dilalui berkelok-kelok mengelilingi pegunungan, ada beberapa gundukan gunung kecil dan gunung yang paling besar adalah gunung patuha. Lokasi wisata di Bandung selatan ini berpusat di lereng Gunung Patuha. Gunung ini pernah meletus satu kali awal abad 20, dari sisa letusan inilah terbentuk sumber daya alam, dan sebagian besar belum dieksploitasi dengan baik. Sumber daya alam yang paling menonjol di Bandung Selatan ini adalah perkebunan teh. Posisinya yang tinggi yaitu sekitar 1400 m di atas permukaan laut, sangat menunjang bagi pemeliharaan teh.

Perkebunan teh ini sudah ada sejak zaman Belanda, tak heran jika masih ada beberapa bangunan berasitektur Belanda di pusat administrasi. Perkebunan-perkebunan ada yang dimiliki pemerintah ada juga yang dimiliki swasta. Salah satu perkebunan yang dikelola pemerintah adalah Cipelah posisinya berbatasan dengan Cianjur Selatan. Perkebunan Cipelah ini memiliki luas kebun yang sangat luas dengan posisi perbukitan kecil. Bila kita berada di puncak maka terlihat hamparan pohon teh laksana permadani hijau dihiasi oleh jalanan kecil yang berkelok-kelok seperti ular.

Perkebunan Cipelah tidak hanya kaya dengan sumber daya alam kebun teh tapi masih menyimpan sumber daya alam yang tidak kalah menakjubkan.  Salah satunya adalah air terjun atau biasa disebut curug Citambur. Air terjun ini berada di lereng gunung yang sangat curam, ketinggian air terjun ini lebih dari 200 meter. Airnya mengalir begitu deras  bahkan sangat  deras.

Jika kita berdiri sejauh 10 meter badan kita akan basah kuyup terkena cipratan air terjun.  Air pegunungan yang masih sangat jernih, di sekitar air terjun mengalir sungai-sungai kecil yang dihiasi barisan pohon pinus yang menghijau.  Fenomena alam tak cukup berhenti sampai disitu, di sebelah timur terlihat air terjun lebih kecil memancar dari lereng gunung, sedangkan di sebelah Barat nampak air terjun kecil berjumlah 5 disebut curug kembar.

Bagi yang punya jiwa petualang bisa menikmati keindahan alam ini dengan  berkemah, disekitar air terjun dibuka tempat perkemahan. Sehingga kita bisa merasakan menyatu dengan alam dalam gelapnya malam dan deburan air terjun, ditemani suara-suara binatang malam yang bersahutan, diselimuti kabut sejuk pegunungan. Tak salah pilih bagi orang-orang perkotaan yang ingin melepaskan lelah dan rutinitas untuk datang ke tempat asri ini.

Ke depannya mudah-mudahan pemerintah lebih jeli untuk membangun sumber daya alam ini untuk dijadikan objek wisata dengan melengkapi sarana dan prasarana penunjang, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat disamping pendapatan pemerintah.