Biarkan Si Kecil Berkreasi

Sabtu pagi ini tidak seperti biasanya, saya menemani Akhyar di sekolah. Ceritanya hari ini sekolah Akhyar megadakan family gathering. Acaranya melukis bersama antara orangtua dan anak. Karena Ayah ada tugas kantor, maka hanya saya yang menemani Akhyar.

Setelah mengisi daftar hadir dan mengambil gerabah (media lukis) kami pun mencari tempat duduk. Kami duduk beralaskan tikar pelastik. Beberapa saat kemudian, terdengar ibu guru memberi aba-aba untuk mulai melukis. Saya membantu membuat gambar di atas gerabah dan Akhyar yang bertugas mewarnai. Saya menuangkan cat warna, dipisah antara warna kuning, biru dan merah. Tadinya saya mau memberi arahan agar Akhyar mewarnainya rapih, tapi adanya Ayyash kambuh rewelnya. Alhasil saya pun memangku Ayyash dan membiarkan Akhyar melukis sendiri.

Akhyar mengambil gerabah yang sudah saya lukis. Dengan penuh percaya diri, Akhyar mulai menuangkan cat air di permukaan gerabah. Saya sibuk meredam kerewelan Ayyash, hingga tidak bisa memperhatikan kerja Akhyar. Ketika Ayyash mulai membaik, saya melihat hasil kerja Akhyar. Wow, ternyata tuh bocah mewarnai gerabah sesuka hatinya, dia mencampur semua warna. Ya sudahlah, saya pun membiarkan dia berkreasi sesuai keinginannya.

Saya sesaat terpesona melihat tangan Akhyar yang termasuk gesit untuk anak seusianya. Koas ditangannya menari-nari di atas permukaan gerabah. Dan, wow hasilnya membuat saya takjub. Gambar yang saya buat ditutupnya dengan cat air, sehingga membuntuk ornamen unik seperti lukisan naturalis hihihi.

Akhyar hanya membutuhkan waktu kurang dari 15 menit untuk menyelesaikan tugasnya. Setelah selesai dengan riang dikumpulkan karyanya di meja yang sudah disediakan. Akhyar-lah yang pertama selesai. Tentunya kejadian ini membuat saya terpesona. Saya tidak menyangka ternyata anak manja itu bisa melukis dengan hasil cukup baik. Beberapa ibu pun memuji hasil karya Akhyar yang unik. Ya hasil karya hasl kreasi anak usia 5,5 tahun.

Saya mengambil pelajaran dari kejadian ini, bahwa kita sebagai orangtua sudah saatnya memberikan ruang lebih luas bagi anak untuk berkreasi sesuai dengan kemampuannya. Kita tidak perlu memagari kreasi anak dengan ambisi kita. Biarkanlah anak berkreasi selama tidak melanggar norma Agama dan masyarakat.