Ibu Inspiratif Masa Kini

Pagi buta setelah bersimpuh di hadapan Sang Khalik, jauh sebelum adzan subuh berkumandang, ia sudah melakukan banyak aktifitas. Mengukus jamur, kemudian membuat adonan baso jamur dan sosis jamur. Setelah selesai, sambil menunggu dingin sosis dan baso, ia pun membuat keripik jamur. Semua dikerjakan sendiri, tanpa karyawan.  Semua dikerjakan di kediamannya, di Dukuh Waluh Purwokerto.

Sehabis subuh, ia pun langsung menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga tercinta. Kemudian mengantar anak bungsunya ke sekolah. Tidak cukup sampai di situ, ibu berbadan mungil ini menuju sekolah PAUD yang didirikannya. Sekolah sederhana untuk kaum dhuafa. Bu Mur, begitu biasa ia disapa menyisihkan penghasilannya untuk mendirikan sekolah tersebut. 

Bu Mur sudah beberapa tahun terakhir ini giat menanam dan mengolah jamur. Didasari semangat untuk menyajikan makanan sehat yang terjangkau harganya oleh masyarakat. Di tangannya, jamur berubah wujud menjadi makanan yang lezat untuk dinikmati. Di dekat rumahnya, Bu Mur menanam jamur sendiri. Jungkir balik ia berusaha agar bisa tetap menanam jamur. Beberapa kali terkena musibah yang memporak porandakan kebun jamurnya. Tapi musibah itu tidak menjadikannya patah arang dan mundur teratur. Bu Mur tetap melangkah dan terus melakukan inovasi. Usahanya ini dilirik oleh beberapa peneliti untuk dijadikan mitra. Bu Mur pun mendapat bantuan untuk meningkatkan produksi jamur.

Saya salut sekali dengan ibu dari empat orang anak ini, walaupun sibuk mengurus rumah tangga, mengajar dan berbisnis, tapi tetap aktif berdakwah di lingkungannya. Beliau tidak hanya ceramah keagamaan, tetapi juga membantu pemerintah untuk menjalankan program bagi rakyat. Bu Mur rutin memberikan penyuluhan tentang Posyandu dan kesehatan di masyarakat. Ibu yang pernah meraih juara pidato ini tidak pernah lelah untuk mendidik kaum ibu dan masyarakat pada umumnya. Kesuksesannya dalam bisnis jamur pun ditularkannya pada orang lain. Bu Mur sering diminta menjadi pembicara oleh berbagai paguyuban dan LSM.

Bu Mur bukan hanya tampil sebagai ratu rumah tangga, tapi juga ambil bagian menjadi tulang punggung keluarga. Tiga anaknya saat ini sedang kuliah,  tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bu Mur sangat yakin setiap kerja keras pasti akan ada hasilnya.