Spirit Bulan Muharram

Bulan berganti bulan, minggu berganti minggu, hari berganti hari, jam, detik bergulir cepat menandakan bergantinya tahun dan datangnya tahun baru Hijriyah 1431.  Penanggalan Hijriyah sudah banyak dilupakan orang hatta umat Islam sendiri, penyambutan tahun baru akan semarak pada malam 1 januari begitu yang terjadi dari tahun ketahun. Tahun baru Muharram tidak disambut dengan antusias, syukur masih ada yang ingat.

Padahal penanggalan Hijriyah adalah salah satu identitas kaum muslimin. Bagaimana tidak penetapan satu Ramadhan merujuk penanggalan hijriyah, Wukuf di Arafah yang merupakan satu rukun ibadah haji, waktunya pun berpijak pada kalender hijriyah, begitu pula puasa ayyamul bidh ( Tanggal 13,14,15) dan sebagainya mengacu pada penanggalan hijriyah. Sudah selayaknya bagi setiap uslim untuk menambah perhatiannya pada kalender Islam ini.

            Penetapan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriyah, mengandung hikmah yang sangat besar bagi kaum Muslimin. Sebagaimana yang Kita ketahui penetapan penanggalan Islam ini hasil syuro kaum muslimin pada masa pemerintahan Umar Bin Khattab.  Sayidina Umar berpendapat begitu pentingnya umat Islam untuk memiliki penanggalan sendiri tidak mengekor pada kaum lain, sebagai identitas atau jati diri bagi umat Islam. Penanggalan pertama tahun Hijriyah dimulai dari bulan Muharram bertitik tolak dari peristiwa hijrahnya Kaum muslimin dari Mekah ke Madinah. 

Bukan tanpa alasan, tapi justru pilihan tersebut mengandung makna yang sangat dalam. Peristiwa hijrah merupakan peristiwa besar yang harus dilalui kaum muslimin, yang membutuhkan pengorbanan harta bahkan jiwa. Hijrah mengantarkan kaum Muslimin pada izzah yang tinggi di hadapan umat manusia bahkan dari hijrah inilah terwujudnya Rulling Elit, yaitu masyarakat Madani. Di Madinah Islam ditegakan secara kaffah tidak sektoral pada satu bidang. Sehingga Islam mencapai zaman keemasannya memimpin peradaban dunia berabad-abad lamanya.

            Semangat hijrah memberikan spirit pada Kita dewasa ini yang tengah hidup dalam keterpurukan untuk kembali bangkit, memperbaiki tatanan hidup yang sudah porak poranda, mengaisnya satu-satu sehingga Kaum muslimin kembali memiliki izzah di hadapan semua umat manusia. Bukan sebaliknya hidup terombang ambing tanpa identitas yang jelas, mengekor pada ideologi lain, hidup dalam kebodohan dan kemiskinan,  jauh dari nilai-nilai ilahiah. Dipilihnya bulan Muharram sebagai awal penanggalan Hijriyah tiada lain supaya Kita yang hidup di akhir zaman ini, senantiasa diingatkan untuk kembali kepada Islam secara kaffah. Tak ada pilihan hidup bagi Kita selain Islam, yang akan mengantarkan pada kehidupan mulia di dunia dan akherat.