Diet Nasi Putih

Saya sempat membaca beberapa tips diet. Ada satu hal yang menarik, rata-rata program diet menganjurkan mengurangi konsumsi nasi putih. Bahkan, diet mayo dan phaleo menganjurkan sama sekali tidak mengkonsumsi nasi putih. Muncul rasa penasaran, kenapa nasi putih tidak dianjurkan untuk dikonsumsi.

Saya pun penasaran untuk mencoba. Maka dimulailah tidak makan nasi putih. Saya hanya makan nasi putih satu kali/minggu, itu pun kalau pingin banget. Perlahan tapi pasti terasa ada perubahan pada tubuh. Secara umum rasanya tubuh lebih ringan dan perut pun mengempes.

Setelah 1,5 bulan diet nasi, saya menimbang badan. Wow, ternyata berkurang banyak, yaitu sekitar 6 kg. Kemudian saya pun mengukur lingkar pinggang. Lebih wow lagi, ternyata berkurang 10 cm. Duh, duh, rasanya seneng banget.

Dampak lainnya adalah ngilu-ngilu di sendi lenyap, begitupun dengan kebas di jari-jari lenyap. Paling happy adalah begitu mendapati rasa pusing pun tak kunjung datang. Padahal sebelumnya, saya sering pusing, alhamdulillah, seneng banget.

Lalu saya makan apa?

Banyak orang yang beranggapan, tidak makan nasi berarti sama sekali tidak makan dan itu sungguh menyiksa. Walaupun tidak makan nasi, saya tetap makan lauk-pauk, sayur, bahkan gorengan. Jadi bukan berarti stop makan sama sekali.

Karbohidrat sebagai pengganti nasi, saya memilih singkong, ubi, dan kentang. Pagi-pagi rutin minum perasan jeruk nipis, kemudian sarapan buah. Waktu makan siang, saya makan sayur dan lauk-pauk tanpa nasi. Saya berusaha perbanyak makan tahu dan tempe.

Setelah sekian lama tidak makan nasi, rasanya perut cepat kenyang kalau makan. Buang air pun lancar, nggak pakai macet. Sekalinya makan nasi, rasanya perut kembung tak karuan.