Manajemen Waktu Ala Emak Rempong

Sering kita merasa waktu yang dimiliki terlalu singkat, dibanding pekerjaan yang harus diselesaikan. Yah tapi apa boleh buat atuh, kita tidak punya kuasa (Boboboi hihihi) untuk menambah waktu. Jadi percuma saja berkeluh kesah tentang itu, ujung-ujungnya tidak menyelesaikan masalah.

Saya pernah ngobrol dengan seorang ibu yang luar biasa menurut pandangan saya. Anaknya 6 orang, 5 laki-laki 1 perempuan dengan jarak umur tidak terlalu jauh. Kebayang kan bagaimana hebohnya. Tapi anehnya rumah beliau termasuk rapih, padahal tidak punya pembantu dan beliau punya segudang aktifitas di luar rumah.  Dari obrolan itu ada beberapa hal yang bisa dijadikan contoh dan saya modif dengan pengalaman sendiri.

1. Disiplin dengan diri sendiri. Kita seringkali punya aturan dan target yang ingin dicapai, tapi mudah sekali melanggarnya. Padahal sudah dibuat jadwal sedemikian rupa. Mungkin ya karena kita merasa tidak punya atasan, ya suka-suka ajah (itu mah saya 😛 ). Tanpa disiplin diri walau kita punya jadwal serapih mungkin pasti tetap   pekerjaan akan terbengkalai, ujung-ujungnya menyalahkan waktu yang cuma 24 jam.

2. Buatlah jadwal serealistis mungkin. Terkadang kalau menyusun jadwal suka idealis, ingin yang terbaik tapi tidak mengukur kesanggupan melaksanakannya. Lebih baik punya jadwal biasa saja tapi bisa dilakukan.

3. Membiasakan diri melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu :D. Misalnya ketika mencuci baju (pakai mesin) sambil masak dan cuci piring. Cucian selesai, masak selesai, dapur bersih. Atau bisa juga sambil nyuapin anak sambil mendongeng atau mengajari apa saja. Atau bisa juga sambil nemanin anak main di taman sambil baca buku, bisa juga sambil nyetrika menghafal Al-Qur’an. Waktu akan lebih efektif dan pekerjaan bisa selesai.

4. Meninggalkan pekerjaan yang sia-sia, nah ini yang berat. Kita sering terjebak melakukan hal-hal yang tidak penting dengan mengorbankan waktu dengan sia-sia. Padahal waktu yang berlalu tidak akan tergantikan dengan waktu yang akan datang.

5. Fokus, dengan apa yang kita kerjakan, diusahakan melakukan pekerjaan sampai tuntas.

6. Jangan menunda-nunda pekerjaan karena akan sesal kemudian :D, misalnya membiarkan setrikaan sampai menumpuk bergunung-gunung, biasanya akan malas mengerjakan. Lebih baik dicicil setiap hari biar terasa ringan.

Itu saja yang bisa saya tuliskan, pastinya lebih banyak lagi tips lainnya. Semoga bermanfaat