Membangun Komunikasi Efektif Dengan Pasangan

Komunikasi dapat dikatakan efektif apabila sudah berhasil membangun kepahaman bersama antara suami dan istri. Keduanya berhasil menyampaikan apa yang dikehendakinya, dan mendapat respon yang baik. Misalnya ketika istri sudah sangat memahami takaran gula dalam teh manis yang disukai suaminya. Atau suami, sudah hafal parfum kesukaan istrinya, sehingga tidak salah memilih parfum.

Kiat-kiat membangun komunikasi yang efektif: Mengetahui ragam komunikasi, dari berbicara, menulis, hingga menyampaikan pesan lewat berbagai media. Di era modern ini alat komunikasi semakin canggih, semuanya bisa menjadi sarana agar komunikasi lancar. Misalnya ketika suami bertugas ke luar kota, masih bisa melihat dan berbicara dengan istri dengan menggunakan skype.

Namun walaupun demikian, kontak langsung tetap tidak tergantikan oleh alat komunikasi secanggih apapun.Membangun rasa empati pada pasangan, memahami perasaannya, kondisi fisiknya dan jalan pikirannya. Rasa empati ini akan menimbulkan perasaan sepenanggungan dan pada akhirnya masing-masing bisa menerima keberadaan pasangannya. Jika kita sudah diterima dengan baik oleh pasangan maka komunikasi akan lancar.

Fleksibel, komunikasi kadang memerlukan suasana dan gaya serius, namun ada kalanya lebih efektif menggunakan suasana dan gaya yang santaiMemahami bahasa nonverbal. Kadang ekspresi wajah dan bahasa tubuh seseorang sudah mengisyaratkan sesuatu pesan. Misalnya, istri menangis, pada umumnya kaum pria lebih suka mendiamkan istrinya menangis, toh nanti juga berhenti sendiri.

Padahal menangis merupakan ekspresi dari banyak hal, alangkah bijaknya jika suami bertanya dan mau mendengarkan keluhannya.Jadilah pendengar yang baik. Jangan menguasai komunikasi dengan terlalu banyak bicara dan tidak mau mendengar.Egaliter, hilangkan sekat pembatas antara kita dengan pasangan yang menghalangi  kehangatan komunikasi.Hindarkan kalimat dan gaya yang menyakiti hati pasangan, atau menyinggung perasaannya. Walaupun pasangan adalah orang terdekat dengan kita, tapi tetap harus menjaga etika dan sopan santun.

Saling menghargai akan membuat hubungan senantiasa hangat.Sampaikan pesan dengan lembut dan bijak, pesan yang disampaikan dengan emosi, sulit untuk diterima oleh yang diajak bicara. Apabila sedang marah, sebaiknya membatasi untuk berbicara, karena isi pembicaraan akan sulit dikontrol.Gunakan bahasa dan media yang tepat, sesuai dengan situasi dan kondisi saat melakukan komunikasiPilih waktu, suasana dan tempat yang tepat untuk mendukung kelancaran berkomunikasi.

Misalnya ketika ingin membicarakan masalah, jangan disampaikan ketika pasangan kita dalam keadaan cape. Sebaiknya disampaikan ketika suasana hatinya sedang bagus. Dan hindari membicarakan masalah sambil makan, karena akan mengganggu selera makan.