Menjaga Kesehatan Jantung dari Klinik Ozon Terbaik

Kita sering mendengar seseorang meninggal karena serangan jantung. Penyakit jantung merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, jantung merupakan organ vital dalam tubuh kita. Bisa dikatakan sentra tubuh kita adalah jantung. 

Organ jantung memiliki peranan penting dalam tubuh kita, sehingga jika mengalami gangguan akan berakibat fatal. Sayangnya, kita seringkali abai terhadap kesehatan jantung. Padahal kesehatan jantung bisa diupayakan sedini mungkin.

Otot jantung yang lemah (kelainan bawaan sejak lahir) dan atau adanya celah antara serambi kanan dan serambi kiri, oleh karena tidak sempurnanya pembentukan lapisan yang memisahkan antara kedua serambi saat penderita masih di dalam kandungan. Hal ini menyebabkan darah bersih dan darah kotor tercampur. Kondisi tersebut merupakan bentuk gangguan pada jantung.

 Pengertian penyakit jantung dan serangan jantung adalah berbeda. Serangan jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan jantung sama sekali tidak berfungsi. Kondisi ini biasanya terjadi mendadak, dan sering disebut gagal jantung. Penyebab gagal jantung bervariasi, namun penyebab utamanya biasanya adalah terhambatnya suplai darah ke otot-otot jantung, oleh karena pembuluh-pembuluh darah yang biasanya mengalirkan darah ke otot-otot jantung tersebut tersumbat atau mengeras, entah oleh karena lemak dan kolesterol, ataupun oleh karena zat-zat kimia seperti penggunaan obat yang berlebihan yang mengandung Phenol Propano Alanin (ppa) yang banyak ditemui dalam obat-obat seperti Decolgen, dan nikotin. Sedangkan penyakit jantung adalah gangguan yang dialami oleh jantung yang sedikit demi sedikit mengganggu fungsi jantung.

Apa penyebab gangguan jantung?

 1. Faktor Usia dan Jenis kelamin

Seiring bertambahnya umur, organ tubuh akan mengalami penurunan fungsi, termasuk jantung.

2. Faktor Keturunan Dari Keluarga

Beberapa Penelitian menunjukkan bahwa jika terdapat riwayat gangguan jantung dalam keluarga baik dari keluarga wanita atau keluarga pria, keturunan mereka lebih cenderung mengembangkan problem yang serupa yaitu penyakit jantung.

3. Faktor Perokok Aktif atau Perokok Pasif

Banyak perokok mengidap Penyakit jantung. Rokok penyebab penyakit jantung sangat tinggi. Penelitian menyebutkan  bahwa orang-orang yang tidak merokok yang tinggal dengan para perokok memiliki tambahan resiko penyakit serangan jantung.

4. Faktor Penyakit Diabetes (kencing manis)

Para Penderita penyakit diabetes dapat mengalami penyakit jantung akibat komplikasi. Para penderita diabetes harus memperhatikan kesehatan karena bisa berdampak sebagai penyebab penyakit jantung.

5. Faktor Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Tekanan darah tinggi yang berlangsung lama salah satu penyebab sakit jantung. Tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat melukai dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak. Jadi Hipertensi menjadi salah satu penyebab penyakit jantung.

6. Faktor Kegemukan atau Obesitas

Kelebihan berat meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan jumlah lemak dalam darah sehingga kerja jantung menjadi berat dan akhirnya mengalami gangguan.

7. Faktor Gaya hidup kurang Olah Raga

Orang-orang yang kurang olah raga memiliki resiko serangan jantung yang lebih tinggi. Olahraga dengan teratur dapat meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa dan dapat menurunkan kadar kolesterol serta menurunkan tekanan darah.

8. Stres / Emosi berlebihan

Berdasarkan penelitian, stres dapat menyebabkan penyempitan arteri dan ini menurunkan aliran darah. Penyempitan yang berarti bahkan dapat terlihat pada arteri yang terkena penyakit ringan. Penelitian lain mengesankan bahwa stres berat dapat menyebabkan pecahnya dinding arteri yang memicu serangan jantung.

Pepatah bilang, lebih baik mencegah daripada mengobati. Begitu pun dengan kesehatan jantung kita. Lebih baik kita menjaga kesehatan jantung sejak sekarang, jangan sampai menunggu sakit dulu. Memelihara kesehatan jantung adalah wujud dari syukur kita kepada Allah Swt. atas nikmat sehat yang diberikan. Memperbaiki gaya hidup adalah cara efektif untuk menjaga kesehatan jantung, menkonsumsi makanan sehat, berolah raga, cukup istirahat, dan menghindari stress. Selain itu ada satu cara yang sangat efektif untuk menjaga kesehatan jantung yaitu dengan Terapi Ozon.

Apa itu Terapi Ozon?

 Terapi ozon adalah proses dialisis yang menggunakan mesin bertekhnologi rusia untuk menyaring dan menetralisir aliran darah. Ozon yang kaya dengan kandungan Oksigen memiliki sifat membunuh bakteri, jamur, dan virus, serta mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kinerja sel darah merah dalam mengangkut oksigen.

Terapi ozon diberikan dalam bentuk 2 metode, yaitu metode saline dan metode apheresis. Namun yang paling direkomendasikan adalah terapi ozon metode apheresis dengan mencampurkan darah dan ozon dalam sebuah mesis dialisis. Yaitu pengambilan darah manusia, setelah darah bereaksi dengan ozon dan mengandung banyak oksigen, darah dikembalikan lagi dalam tubuh manusia. Metode ini lebih efektif karena ozon dapat langsung berkhasiat dalam darah. 

Sementara jika menggunakan saline infusion, ozon direaksikan dalam bentuk cairan infus, setelah cairan infus mengandung ozon baru dimasukkan melalui pembuluh vena. Prosesnya lebih lambat daripada sistem apheresis yang langsung bereaksi.

Dengan terapi ozon ini darah kembali bersih, terbebas dari plak-plak sehingga kerja jantung menjadi ringan dan jantung pun menjadi lebih sehat. Biaya terapi ozon jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya pengobatan jantung.