Untungnya Suka Menulis

Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar saya punya hoby menulis. Teman-teman sering uring-uringan kalo disuruh mengarang cerita, sebaliknya saya sangat senang. Saya sering membuat cerita pendek dengan tulisan tangan karena tidak punya mesin tik apalagi komputer, hasil tulisan saya sering dibaca teman-teman. Namun sayang hoby ini tidak terasah dengan baik, karena kurang faktor pendukung. Ketika sudah duduk di bangku kuliah dan mulai mengikuti kajian Islam, hoby menulis saya kembali dilanjutkan. 

Walaupun hasil karya saya belum berhasil dimuat saya tidak patah semangat. Selain menulis cerpen dan artikel, saya senang menulis isi ceramah keagamaan baik dari radio, televisi maupun talim langsung.  Sengaja membeli buku tulis khusus untuk memuat isi ceramah keagamaan. Selain dari mendengar ceramah, saya mencoba membuat materi sendiri dari hasil membaca buku.  Materi yang ditulis bisa saja berupa bagan atau tulisan-tulisan singkat.

Buku-buku kumpulan ceramah masih tersimpan sampai  sekarang, ada yang sudah lapuk karena dimakan usia, tapi saya tidak menyalinnya di buku baru. Karena sayang dengan memori yang terkandung di dalamnya, kalo sekarang membacanya masih teringat kapan menulisnya dan terasa suasananya. Hal tersebut menghadirkan romansa tersendiri dalam mengenang perjalanan hidup.

Manfaat suka menulis sangat terasa sekarang ini ketika sudah berkeluarga dan memiliki anak-anak yang masih kecil. Seringkali saya diminta mengisi ta’lim ibu-ibu atau remaja. Tulisan-tulisan lama tadi sangat membantu sebagai sumber materi, apalagi kalau ada permintaan mendadak. Saya tidak perlu repot mencari-cari buku sumber tinggal membuka agenda ceramah. Tak heran buku-buku tadi setia menemani kemana pun saya pergi dalam mengarungi dunia dakwah.

Di luar dugaan hoby menulis mendatangkan keberkahan lain, bisa menambah penghasilan. Alhamdulillah walaupun harus menunggu bertahun-tahun beberapa tulisan saya dimuat di majalah ibu kota.  Dalam beberapa kurun waktu tulisan saya dimuat secara rutin di majalah yang resmi diterbitkan KJRI Johor Bahru Malaysia dan mendapatkan honor yang lumayan. Tahun 2012 alhamdulillah tulisan saya diterbitkan dalam buku solo, hingga kini beberapa buku solo sudah terbit. Ternyata hal kecil jika terus ditekuni dapat mendatangkan kemudahan bahkan pembuka pintu rizki. Walaupun demikian saya masih terus harus belajar dan bertekad ingin menularkan hoby ini pada anak-anak. Mudah-mudahan mendatangkan kemaslahatan bagi umat. Amin….