Anak Penderita Cerebral Palsy Hafal Quran Sejak Umur 4,5 Tahun

Fajar bersama sang ibunda

       Memiliki anak yang sehat sempurna adalah dambaan bagi setiap orangtua, begitu juga dengan Heni dan Joko Wahyudiono. Namun kenyataan terkadang tidak seindah harapan. Heni terpaksa melahirkan lebih awal yaitu di saat kandungannya baru menginjak 7,5 bulan. Akibatnya, bayi yang dilahirkannya prematur dengan berat hanya 1,7 kg. Bayi mungil yang diberi nama Fajar ini pun memiliki jantung yang belum sempurna sehingga ada kebocoran. Hati Heni semakin sedih ketika mendapati buah hatinya menderita Cerebral palsy.

      Fajar lahir prematur maka harus mendapat perawatan khusus. Ketika sang ibu sudah boleh pulang dai rumah sakit, Fajar masih dirawat intensif. Heni dan suami mencari ikhtiar lain untuk kesembuhan sang buah hati. Mereka yakin Al Quran bisa membantu penyembuhan Fajar. Maka setiap mengantar ASI untuk Fajar, Joko menyempatkan diri membaca Al Quran di dekat anaknya sebanyak setengah juz. Joko mengantar ASI dua kali sehari, sehingga setiap hari ia membacakan Al Quran di dekat anaknya sebanyak 1 juz.

   Ketika Fajar sudah diperbolehkan pulang ke rumah, setiap hari selama 24 jam Heni memperdengarkan murattal Al Quran kepada Fajar. Tak dinyana ketika Fajar mulai bisa bicara di usia 2,5 tahun yang keluar dari mulutnya adalah ayat Al Quran. Ketika usianya 3,5 tahun Fajar sudah mampu mengucapkan ayat Al Quran lebih panjang. Maka pada saat Fajar berusia 4,5 tahun, Heni memnggil guru privat hafiz Quran. Gurunya tersebut menyimak bacaan Al Quran Fajar, ia menyatakan Fajar sudah hafal Al Quran di usia 4,5 tahun. Betapa bahagianya hati Heni dan suami. Dengan segala keterbatasan fisik Fajar justru Allah Swt. memberi anugrah yang sangat luar biasa.

       Pada suatu kesempatan acara hafiz cilik Fajar diundang secara khusus. Ustad Yusuf Mansyur langsung mengetes hafalan Fajar. Subhanallah dengan lantang Fajar mampu membacakan semua ayat Al Quran yang ditanyakan. Menurut Ustad Yusuf Mansyur otak Fajar sudah seperi komputer yang menyimpan memori Al Quran sehingga tinggal distel. Pada kesempatan tersebut Ustad Yusuf berjanji akan memberangkatkan Fajar ke Mekah untuk mengikuti lomba hafal Quran tingkat dunia. 

       Apa yang terjadi pada Fajar menjadi pelajaran sangat berharga bagi kita, bahwa anak-anak adalah amanah yang terlahir fitrah sehingga mudah untuk dekat dengan ayat-ayat Al Quran yang bersumber dari Allah Swt..