Tips Merawat Rambut Bagi Hijaber

Rambut sehat hitam berkilau, tanpa gangguan ketombe adalah dambaan setiap orang. Ada istilah yang mengatakan rambut adalah mahkota. Bagi semua orang, rambut adalah perhiasan berharga, terutama bagi perempuan, termasuk yang berhijab. 

Walaupun rambut tertutup jilbab, bukan berarti tidak dirawat. Merawat rambut bukan hanya untuk kecantikan, tapi yang jauh lebih penting adalah untuk kesehatan. Bagi perempuan berhijab tentunya ada perbedaan perawatan rambut dengan yang tidak berjilbab. Perawatan rambut yg ditutup rapat akan berbeda dengan mereka yang tidak memakai jilbab. Oleh karena itu, kesehatan rambut bagi wanita berhijab harus mendapatkan perhatian lebih, karena wanita berhijab justru cenderung memiliki berbagai masalah rambut seperti rambut menjadi lembab, ketombe, rontok atau patah, lepek, dan kulit kepala berminyak. Sehingga harus dilakukan perawatan secara ekstra supaya kesehatan rambut wanita berhijab selalu terjaga dengan baik.

Merawat rambut berhijab sebetulnya tidak susah, asal rutin dilakukan dan perlu diketahui bahwa kondisi alam di Indonesia memiliki tingkat humidity/kelembaban yang tinggi sering menimbulkan penyakit kulit, terutama juga pada kulit rambut. Oleh karena itu, perawatan ekstra untuk menjaga kesehatan rambut bagi wanita berhijab pun tidaklah harus mahal, bahkan merawat rambut yang selalu ditutupi hijab, bisa dilakukan sendiri di rumah.

Bagaimana merawat rambu yang berjilbab? Di bawah ini ada beberapa tips merawat rambut yang berjilbab.

Cucilah rambut secara rutin. Bagi yang sering berkeringat, maka rambutnya harus lebih sering dicuci, minimal dua hari sekali. Sebaiknya gunakan shampo khusus untuk rambut berjilbab.

Pastikan rambut dalam kondisi kering.  Ketika menggunakan jilbab pastikan rambut dalam kondisi kering, karena ketika rambut dalam kondisi basah dan tertutup jilbab, maka area kulit kepala menjadi lembab. Jika kulit kepala lembab, maka mudah berkembang biak bakteri dan jamur.

Gunakan jilbab yang menyerap keringat. Pilihlah bahan jilbab yang menyerap keringat seperti katun dan kaos.  Bahan jilbab yang mudah menyerap keringat dan berpori-pori besar sangat berguna untuk memudahkan sirkulasi udara.

Gunakan  jilbab yang tidak berlapis-lapis. Hindari menggunakan jilbab yang berlapis-lapis lebih dari empat lapis. Karena hal ini akan menyebabkan rambut sulit bernapas.

Kelima, hindari penggunaan daleman jilbab (ciput) yang terlalu kencang. Hal tersebut berpotensi rambut sulit bernapas dan kulit kepala menjadi lembab. Selain itu menggunakan ciput terlalu kencang akan menimbulkan pusing.

Tepat memilih warna jilbab. Jika anda banyak beraktifitas di bawah terik sinar matahari, maka sebaiknya memilih jilbab berwarna lembut. Hindari penggunaan jilbab berwarna gelap, karena akan menyerap sinar matahari.