Tradisi Unik Muslim Bangladesh di Bulan Ramadhan

Rakyat Bangladesh sangat antusias menyambut bulan suci Ramadhan. Sebagai Negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, Ramadhan disambut sangat special. Kalau Anda datang ke Bangladesh pada bulan Ramadhan akan merasakan atmosfir yang sama ketika terbangun pada waktu sahur. Seperti halnya di Indonesia yang terdengar aneka macam bunyi-bunyian untuk membangunkan orang sahur. Di Bangladesh setiap lelaki  berbagai usia turun ke jalan dengan membawa alat musik yang akan ditabuh mengiringi nyanyian untuk membangunkan orang pada waktu sahur.

            Musik qosidah dan lagu-lagu religi lebih banyak dipilih oleh rakyat Bangladesh untuk ritual tersebut. Anak-anak, tua-muda bergembira turun ke jalan, menyusuri jalan-jalan perumahan dan gang-gang kecil sambil tidak berhenti berdendang. Mereka rela bangun lebih awal dan keluar rumah di malam yang masih gelap gulita. Tradisi ini terus diturunkan dari masa ke masa, sejak 150 tahun yang lalu. Namun saat ini di kalangan pemuda Bangladesh sudah banyak yang meninggalkan tradisi ini. Kalangan tua khawatir tradisi ini akan punah di masa yang akan datang karena tidak ada lagi yang mau melestarikannya.

            Tradisi lain yang digelar di Bangladesh selama bulan Ramadhan adalah festival jajanan yang di gelar di pinggir jalan raya dan lapangan. Dijual aneka macam jus buah-buahan yang menyegarkan. Makanan paling popular untuk disantap waktu buka puasa adalah Pivaju, yaitu sejenis kacang yang dicampur dengan bumbu bawang dan bubuk kacang.

            Selain Pivaju ada juga makanan lain yang menggugah selera, yaitu Beguni yang terbuat dari tepung dan bubuk kacang pulse atau muri yakni beras merah berbumbu bawang merah, bawang putih, cabe dan rempah-rempah lainnya. Dan masih banyak lagi jenis makanan yang lezat-lezat yang dijual di pasar Ramadhan ini.

            Bangladesh yang dikenal sebagai negeri miskin ternyata memiliki tradisi cerdas untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Setiap bulan Ramadhan datang digelar pameran buku. Pemerintah Bangladesh yang digawangi oleh mentri urusan Agama bekerja sama dengan lembaga-lembaga Islam setiap bulan Ramadhan mengadakan pameran buku. Tempat yang dijadikan tempat pameran terutama di mesjid-mesjid.

            Jadilah setiap bulan Ramadhan rakyat Bangladesh mengisi waktu luangnya dengan membaca buku. Pada pameran buku ini terlibat puluhan penerbit buku yang menjual karya-karyanya. Untuk menarik pengunjung diadakan discount besar-besaran, bahkan diwaktu-waktu tertentu dibagikan buku-buku secara gratis. Rakyat Bangladesh begitu antusias mengunjungi pameran buku. Tradisi cerdas ini layak dicontoh oleh Negara lainnya.