Senyum Membuat Si Kecil Patuh

Senyum, siapa pun bisa melakukan. Siapa sangka dibalik senyum ada banyak manfaat. Senyum bisa menjadikan hati kita lebih ringan. Senyum pun bisa mengajak orang lain untuk tersenyum. Senyum pun membuat wajah kita lebih enak dipandang.

Siapa pun yang tersenyum akan merasakan hati dan pikiran menjadi tenang. Termasuk si kecil. Jika si kecil tersenyum maka otak limbiknya terstimulus sehingga akan memerintahkan untuk berbuat baik. Masih ingat tentang penyebab si kecil membantahkan (http://metimenulis.blogspot.com/2014/09/mengapa-si-kecil-membantah-ini-sebabnya.html) . Jika kita ingin si kecil patuh maka ciptakan suasana menyenangkan. Senyum mampu menjadikan suasana menjadi menyenangkan bukan ? 

Beberapa hari ini saya mempraktikannya, baru kemudian berani menuliskan di sini ;). Pertama, ketika dua bocil (Akhyar dan Ayyash) berantem. Akhyar berbuat usil hingga Ayyash kesal dan menjerit-jerit. Tengah hari, udara panas, Ane ngadepin kompor, lengkap sudah. Kepala rasanya mau pecah. Sejenak saya menarik napas, kemudian mematikan kompor yang sedang hot. Saya samperin dua bocil yang bergaduh.

Ayyash masih menjerit, kesal. Akhyar tersenyum puas. Kupandangi bergantian, kemudian tangan merang dipegang. Saya berusaha untuk tersenyum manis walaupun hati menjerit # beuuud.

“Akhyar, Ayyash, coba senyum!”

Keduanya memandang lekat, kemudian berpandangan heran. Mungkin dalam hatinya bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan ibuku, kesambetkah hihihi…

“Ayo senyum!” senyumku tambah lebar.

Keduanya pun tersenyum. Kuminta mereka tersenyum lebih lebar. Saya coba cekikikan dan mereka mengikuti. Setelah itu kuminta mereka main baik-baik dan jangan berantem. Keduanya kemudian berpelukan. Fiiuuuhhh elap keringat. Mereka pun selanjutnya bermain tanpa berantem. Apa seterusnya tidak berantem? tentu saja tidak, enak banget ibunya kalau begitu :P. Tapi setidaknya mereka mematuhi apa yang saya minta.

Kedua, ketika nyebokin Ayyash tadi sore. Bocah itu sekarang menunjukkan gejala malas mandi seperti Bang Aden. Jadi ketika dicebokin dipegangnya baju erat-erat. Saya berusaha menariknya ke atas, tapi dia berontak. Kalau dipaksa pasti akan terjadi tragedi menjerit dan ngamuk. Nah, saya ingat tentang efek senyum. 

“Yash, coba senyum!” Ayyash pun tersenyum manis, matanya tinggal segaris. Kemudian saya bilang, “Yash, buka ya bajunya?”

Eit, tanpa diduga dia mengangguk dan dengan suka rela membuka baju dan selanjutnya mandi tanpa melakukan perlawanan sedikit pun. #Senyum penuh kemenangan 😀 😀

Jadi begitulah, betapa banyak cara untuk menjadikan si kecil patuh pada apa yang orangtua kehendaki. Tapi seringkali kita (nunjuk hidung sendiri) yang sering tidak sabar dan akhirnya memilih jalan pintas. Hiks…

Mohon doanya agar diberi samudra kesabaran dalam mengasuh si kecil <3 br=””>